Mobile Programming

Mobile Computing

Mobile Computing adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan aplikasi pada piranti berukuran kecil, portable, dan wireless serta mendukung komunikasi.
Mobile Computing : A technology that allows transmission of data, via a computer, without having to be connected to a fixed physical link.

Yang termasuk mobile computing:
·         laptop dengan wireless LAN
·         mobile phone
·         wearable computer
·         Personal Digital Assistant (PDA) dengan Bluetooth atau IRDA


Sekilas Android

Android adalah software platform yang open source untuk mobile device. Android berisi  sistem operasi, middleware dan aplikasi-aplikasi dasar.  Basis OS Android adalah kernel Linux 2.6 yang telah dimodifikasi untuk mobile device. 
Android versi 1.0 dikeluarkan tanggal  23 September 2008. Versi 1.1 adalah versi yang pertama kali digunakan di mobile phone disusul  versi 1.5 (Cupcake),  1.6 (Donut) dst. Versi Android terakhir adalah:

  1. 2.2 (Froyo), mempercepat kinerja dengan Just In Time compiler dan Chrome V8 JavaScript engine, Wi-Fi hotspot tethering dan suppport Adobe Flash.
  2. 2.3 (Gingerbread), memperbaiki user interface, soft keyboard, copy/paste features dan support Near Field Communication (NFC).
  3. 3.0 (Honeycomb), diperuntukkan untuk tablet yang menggunakan layar lebih besar, multicore processors dan hardware acceleration untuk grafis.
  4. 4.0 (Ice-cream sandwich), kombinasi  Gingerbread and 3.0 Honeycomb.  Integrasi antara platform untuk tablet dan smartphone.
  5. 4.1 & 4.2 (Jelly-Bean), user interface yang lebih halus (project butter).
  6. 4.4 (Kit-Kat), perbaikan kinerja

Untuk mengembangkan aplikasi di Android, bahasa utama yang digunakan adalah Java, tetapi bukan dalam platform J2ME yang memiliki banyak keterbatasan.  Platform  yang digunakan di Android setara dengan J2SE,  dan ini merupakan kelebihan utama Android.

Fitur-fitur

Fitur-fitur utama Android yang dapat dimanfaatkan oleh pengembang app sebagai berikut:
  • Database dengan SQLite.
  • Menulis dan membaca file di SD card.
  • Integrated browser berbasis WebKit engine
  • 2D graphics library; dan OpenGL ES 2.0 untuk 3D graphics
  • Lokasi dan sensor: GPS, compass, gyroscope, barometer, light sensor, accelerometer.
  • Renderscript untuk pemrosesan paralel memanfaatakan CPU dan GPU
  • Kamera, Audio capture, Jetplayer, Media support untuk MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF
  • GSM Telephony: fasilitas telepon dan SMS.
  • Connectivity: USB, Bluetooth,  NFC, SIP (Session Initiation Protocol, internet telephony khusunya untuk video conference dan instant messaging)  dan WiFi
  • Multitouch 

Instalasi SDK  (Windows)

Sebelumnya pastikan JDK telah diinstall. Jika belum, Anda dapat mendownloadnya di: http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/
Untuk membuat app Android,  diperlukan Android SDK (Software Development Kit) yang diperoleh di http://developer.android.com/sdk   sedangkan untuk IDE (Integrated Development Environment)  dapat dipilih Eclipse, Netbeans atau bahkan langsung dengan command line dan notepad. Tapi saat ini telah tersedia instalasi untuk Windows yang telah menyediakan semua komponen yang dibutuhkan (ADT Bundle for Windows).  Download ADT Bundle ini, dan setelah selesai ekstrak ke tempat yang anda inginkan dan langsung dapat dijalankan karena tidak ada proses instalasi.
Salah satu file hasil ekstrak dari ADT Bundle adalah “SDK Manager.exe”, jalankan file ini. Dapat dilihat bahwa versi default API yang terinstall adalah 4.2.2 (API17). Jika anda terkoneksi dengan internet, anda dapat download API versi lain yang dibutuhkan.
Selanjutnya kita perlu membuat emulator smartphone android (AVD: Android Virtual Device). Program yang akan kita buat dikomputer akan dijalankan di emulator ini.
Masih pada SDK Manager, Pilih ToolsàManage AVDs. Akan muncul dialog berisi daftar AVD  kemudian klik “New”


Kita akan buat AVD versi 4.2. (JellyBean) Isi nama, device dan target



Lalu isi RAM dengan ukuran kecil terlebih dulu, dan centang “Use Host GPU” (jika komputer anda memiliki GPU).  Lalu tekan OK.



 Pilih AVD yang baru Anda buat lalu klik Start dan kemudian Launch. Tunggu 1-5 menit (tergantung kemampuan komputer yang Anda miliki).


Emulator ini membutuhkan waktu cukup lama dan memori yang  besar. Ambil secangkir kopi dan silahkan tunggu sampai layar berikut muncul (jika yang muncul masih tulisan Android berkelap-kelip, tunggu). Setelah emulator dijalankan, sebaiknya jangan ditutup lagi untuk menghemat waktu.
Terutama bagi yang belum memiliki Android, Anda dapat gunakan emulator ini untuk mengeksplorasi fitur-fitur Android.


Selanjutnya kembali ke file bundle yang telah diekstrak, terdapat direktori Eclipse. Masuk ke direktori ini dan jalankan eclipse.exe. Akan muncul dialog untuk memilih direktori tempat source akan diletakkan, lalu akan tampil window welcome seperti gambar dibawah. Close window ini selanjutnya anda siap membuat program pertama.



Aplikasi Pertama: Hello World

Sesuai tradisi programmer, langkah pertama saat mencoba suatu platform adalah membuat aplikasi hello world.
Untuk memulai, jalankan Eclipse, pilih File à New à Android  Application Project.

Isi seperti gambar dibawah, jangan lupa ganti nama package.  Package name harus unik,  aturan yang biasa digunakan adalah menggunakan nama website organisasi anda (dalam urutan yang dibalik), ditambah dengan nama applikasi.  Misalkan nama website organisasi anda adalah   yuliadi.com,  maka nama package adalah: com.yuliadi.namapp. Jika nama web organisasinya cs.upi.edu, maka nama packagenya: edu.upi.cs.yudiwbs.namaapp. 
Dapat dilihat pada gambar di bawah bahwa minimum required SDK diset dengan API11 Android 3.0 (HoneyComb) karena versi ini telah mendukung ActionBar.

Selanjutnya pilih next sampai untuk activity pilih “BlankActiviy” dan Next.

Terakhir, klik “Finish” dan tunggu beberapa saat.

Terlihat ADT telah menyiapkan komponen user interface activity utama (untuk sekarang, anggap activity adalah semacam Form).


Sekarang coba kita lihat apa yang dihasilkan secara otomatis.
Komponen user interface untuk app Android disimpan di direktori /res/layout dalam format XML. Dalam project ini secara otomatis dibuat activity_main.xml
Pertama yang kita lihat adalah graphical layout berisi rendering layout dan fasilitas untuk mengedit layout. Lihat ke tab bagian bawah, pilih activity_main.xml untuk melihat format XML-nya. Komponen user interface dalam Android didefinisikan didalam XML.  Jadi anda dapat mengubah elemen tampilan dengan dua cara: melalui graphical layout atau langsung mengedit file xml-nya.


Sekarang coba buka source code. Lihat package explorer, buka src, package dan klik MainActivity.java

Dapat dilihat source code yang dibangkitkan ADT

Jalankan project dengan mengklik icon run (gambar bawah) atau ctrl-F11 dan pilih Android Application.  Tunggu emulator dilaunch jika emulator telah ditutup sebelumnya .

Perhatikan tab console dibagian bawah. Tab ini penting untuk melihat apa yang terjadi. 

Lihat emulator maka akan  akan muncul aplikasi berikut
Selamat! Anda telah menjalankan app pertama anda. Jangan tutup emulator ini, Eclipse selanjutnya akan menggunakan emulator yang sudah terbuka ini sehingga tidak perlu menjalankan yang baru.

Penulis : Unknown ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Mobile Programming ini dipublish oleh Unknown pada hari Rabu, 29 Oktober 2014. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Mobile Programming
 

0 komentar:

Posting Komentar